Thursday, June 1, 2023

Sungai Batanghari, Jambi





Etnomatematika: Perdagangan Keliling di Sungai Musi

Sungai Musi telah difungsikan sebagai jalur kegiatan perekonomian dalam menjalankan aktivitas kehidupan setiap harinya, bahkan Sungai Musi menjadi peran penting dalam aktivitas kehidupan masyarakat untuk perekonomian perdagangan. Perdagangan makanan khas Palembang menggunakan perahu ketek di atas Sungai Musi ini secara tidak langsung mengandung konsep-konsep matematika. Artikel lengkap bisa dilihat disini

Etnomatematika Eksplorasi Penangkapan Ikan di Sungai Musi

Aktivitas masyarakat di Sungai Musi mengandung unsur budaya, yang kegiatannya adalah penangkapan Ikan di dasar Sungai Musi. Secara tidak langsung penangkapan ikan di Sungai Musi mengandung konsep-konsep matematika. Aktivitas penangkapan ikan, selama ini hanya di lihat dari aspek ekonomis saja. Tetapi tidak dilihat dari konsep budaya yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran matematika. Artikel lengkap bisa dilihat disini

Sumber : Koleksi Video Penelitian

Etnomatematika: Aktivitas Pencarian Harta Karun di Sungai Musi

Masyarakat di pinggiran Sungai Musi secara turun menurun melakukan aktivitas pencarian harta karun di dasar Sungai Musi untuk memenuhi kebutuhan hidup ketika mendapatkan benda yang mempunyai nilai ekonomi. Namun secara tidak langsung, para pencari harta karun telah melakukan aktivitas berkenaan dengan konsep-konsep matematis. Masyarakat mencari harta karun melakukan aktivitas pencarian harta karun yang dipelajari dari generasi orang tua mereka dan mereka akan mengajarkan kepada generasi selanjutnya. Aktivitas pencarian harta karun di Sungai Musi menggunakan alat-alat yang sederhana yaitu perahu dengan menggunakan mesin digunakan sebagai alat transportasi untuk melakukan pencarian harta karun, kompresor dan selang sebagai oksigen digunakan penyelam untuk melakukan pernafasan penyelaman sampai ke dasar sungai. Artikel lengkap bisa dilihat disini

 

Sumber : Koleksi Video Penelitian

Sungai Batanghari, Jambi

Sumber : Koleksi Foto Penelitian

Sungai Batanghari merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera. Sungai Batanghari memiliki sejarah yang kaya dan penting dalam perkembangan masyarakat khususnya di Kota Palembang. Sungai Batanghari, yang tergolong sebagai salah satu sungai terbesar di Indonesia dan terletak di Pulau Sumatera, memiliki sejarah yang berperan penting dalam memajukan masyarakat, terutama di Kota Jambi. Sungai ini memiliki panjang mencapai 800 Kilometer yang mengalir dari barat ke timur membentang dari Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi, serta melewati beberapa kabupaten antara lain Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sungai Batanghari membelah kota Jambi menjadi dua daerah yaitu Kota Jambi dan Jambi Kota Seberang. Kedua daerah ini dihubungkan oleh Jembatan Gentala Arasy khusus dilalui oleh pejalan kaki yang merupakai Ikon Kota Jambi dan dua jembatan lainnya yaitu Auduri I dan Batanghari II. Sungai ini telah menjadi saksi dari perjalanan sejarah dan perkembangan masyarakat selama berabad-abad, dan saat ini menjadi sumber kehidupan yang penting dan menjadi pusat aktivitas pelayaran.

Aktivitas pelayaran yang ada di Sungai Batanghari menggunakan perahu ketek. Perahu ketek ini merupakan alat transportasi yang digunakan oleh masyarakat Jambi untuk jarak dekat, misalnya menyeberang dari hilir ke hulu, atau ke titik tujuan. Perahu ketek ini dimanfaatkan sebagai alat transportasi untuk mengangkut penumpang atau barang.

Ukuran perahu ketek bervariasi tergantung pada kegunaan dan kebutuhan masyarakat di sekitar sungai. Secara umum perahu ketek memiliki panjang 7-9 meter dengan lebar 1-1,5 meter. 

Sungai Musi, Palembang






 

Sungai Musi, Palembang

 



Sumber : Koleksi Foto Penelitian

Sungai Musi merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera. Sungai Musi memiliki sejarah yang kaya dan penting dalam perkembangan masyarakat khususnya di Kota Palembang. Sungai ini memiliki panjang sekitar 750 Kilometer yang mengalir dari hilir yaitu selat bangka dan hulu yaitu propinsi bengkulu. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian yaitu daerah seberang ilir dan ulu. Kedua daerah ini dihubungkan oleh Jempatan Ampera yang merupakan ikon kota Palembang dan tiga jembatan lainnya. Sungai ini telah menjadi saksi perjalanan sejarah dan perkembangan masyarakat Palembang. Saat ini, Sungai Musi menjadi sumber kehidupan meliputi aktivitas pelayaran dan perdagangan.

Aktivitas pelayaran yang ada di Sungai Musi menggunakan perahu ketek. Perahu ketek ini merupakan alat transportasi  yang digunakan oleh masyarakat palembang untuk jarak dekat, misalnya menyeberang dari hilir ke hulu, atau ke titik tujuan. Perahu ketek ini dimanfaatkan sebagai alat transportasi untuk mengangkut penumpang atau barang.

Ukuran perahu ketek bervariasi tergantung pada kegunaan dan kebutuhan masyarakat di sekitar sungai. Secara umum perahu ketek memiliki panjang 10-12 meter dengan lebar 1-2 meter.